Ampuni Aku

0 komentar

CERPEN ISLAMI: 03 desember 2012, 09:34
AMPUNI AKUoleh: Rani Okta Febriza “Berpisah sementara waktu saja tidak kuat di hadapi, ia takut seakan-akan tidak akan pernah bertemunya lagi. Begitulah jika ia mencintai sesorang. Besar sekali kecintaannya, melebihi dirinya sendiri,..”
Gadis yang beranjak 17 tahun 6 bulan  ini memasuki dunia barunya. Yah bangku perkuliahan lah yang sekarang ia duduki untuk mendapat gelar sarjana.
Sebut saja bunga, ia terlahir dari keluarga yang kurang berada. Dari sekolah dasar, hingga sekolah menengah atas, ia selalu berusaha mandiri. Salah satu organisasi yang ia ikuti adalah ROHIS, karena kecintaannya dan giatnya ia menuntut ilmu agama, maka ia serius berada di Rohis sekolahnya. Alhamdulillah, ia rajin sekali melaksanakan perintah-perintah Allah. Semakin dalam ia mengetahui ilmu-ilmu agamanya, dengan ringannya hati, ia memulai untuk menutup auratnya tepat di bangku kelas dua SMA. Ia berubah 180o, subhanallah, betapa anggun dan polosnya gadis ini.  Ia bahkan pernah berjanji pada diri nya sendiri, untuk menjadi akhwat sholeha, dan ia tidak akan pernah pacaran seperti teman-temannya yang lain. Benar sekali, ia menepati janjinya itu, hingga pada akhirnya ia lulus dan melanjutkan keperguruan tinggi.

*********************************************************************************

Awal kuliah, yang melelahkan. Ia mengikuti ospek di kampus pilihannya. Namun, ia sangat bahagia karena ia bisa terus melanjutkan pendidikannya. Rupanya disini lah titik ujiannya yang luar biasa.
“ kring… kring…. Kring….. “suara hand phonenya berdering pertanda panggilan masuk.
“assalamualaikum,, siapa ini?” berkerut kening karena nomor baru yang memanggilnya.
“waalaikumsalam, ini bunga ya?” suara dibalik telepon. Kedengarannya lelaki, namun entah siapa.
“ya, benar sekali, maaf ini siapa?” dengan penasaran bunga terus bertanya,
Rupanya, salah satu teman SD nya dulu yang bernama anto.
“ini gue anto, inget gak ? temen sd kamu dulu”.  Anto berusaha menjelaskan kepada bunga.
“ apa???? Oooohh ya, aku ingat, ingat sekali, anto yang waktu dulu suka berdua terus kan sama mimin??” dengan nada yang tinggi, kaget dan senang, bunga mencoba memberi gambaran saat-saat mereka Sd.
“hahaha…. Ia betul banget kamu bunga.. apa kabar kamu??”
“ aku baik to, kamu gimana?”
“Aku juga baik, wah sekarang kamu pasti beda banget tambah cantik,, hehehe”  menggoda bunga.
“huuuu,, ialah, masa ganteng…” bunga membalas godaannya.
“Bunga kita ketemuan yuk..”
“Ketemu?? Kapan??”
“besok malam gimana?”
“hmmm boleh deh”
“Sip .. sampai ketemu besok,, daaah”
“ ok, daaaah…”
Awal tragedy besar yang membawa bunga pada duri-duri kehidupan, dan jurang-jurang kebahagiaan semu di mulai.


*********************************************************************************

Malam kini datang, anto menghampiri rumah bunga, ia seakan-akan berkenalan lagi, seperti layaknya orang yang baru mengenal. Tak sadar rupanya bisikan-bisikan setan menyusup di hati bunga yang berusaha menjadi akhwat sholeha.
Baru beberapa hari berkenalan mereka berdua semakin akrab saja, sampai suatu ketika….
“halo bunga.. sedang apa??” sapa anto melalui pesan singkat
“ lagi boring nih,, mau jalan-jalan gak ada temen..”
“ hemmm,,, mau jalan kemana? Kalo aku yang temenin gimana?’
“ emang kamu mau temenin aku?”
“buat sekuntum bunga seperti kamu, aku siap ngelakuin apa saja”
Akhirnya bunga terpedaya dengan rayuan-rayuan anto, yang kini menjadi pujaan hatinya.
Bunga seolah-olah lupa daratan, ia berubah 100%. Bunga yang dulu rajin ibadah kini ia tinggalkan, dan sekarang ia benar-benar lupa akan janjinya yang tidak akan pernah pacaran.
Bunga yang polos mudah sekali tertipu akan ucapan-ucapan manis dari anto teman sewaktu sd nya duu. Sampai pada di minggu ke tiga ia berpacaran, akhirnya ia tunduk pada sang kekasih nya, ia rela memberikan semua yang ia punya termasuk harga dirinya. Awalnya ia menolak, dan bersihkukuh untuk menjaga cinta yang ingin ia jalani dengan tulus nan suci, namun karena paksaan sang kekasih dan bunga yang tak ingin di tinggalkan nya, maka pada siang itu ia rela memberikan kehormatannya pada kekasih yang                                             belum halal baginya.
Singkat cerita, ia semakin cinta pada anto. Namun, ternyata anto tidaklah begitu mencintai bunga… sakit hati bunga mendengar perkataan anto yang ingin mengakhiri hubungan mereka. Bunga tidak bisa menerima itu semua, ia sedih, kecewa, terpukul batinnya. Ia menyesal mengapa harus cinta mati dengan anto, sampai dia rela mengorbankan kesuciannya demi cinta yang di bingkai oleh bunga-bunga cinta nya setan.
“ ya allah… mengapa aku begini, mengapa aku bodoh sekali… aku rela berikan semuanya untuk seorang anto. Aku telah berbuat maksiat ya allah ,,, betapa besar sekali dosa-dosa yang telah ku perbuat pada mu ya allah… aku mohon ampun ya allah,, ampuni aku….” Dengan penuh air mata dalam doanya.. ia menyesali segala perbuatannya. Hingga sekarang, hati sang bunga masih terasa sakit apabila mengingat masa lalunya yang buruk sekali.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Astaghfirullahal’adzim… pembaca yang di rahmati allah.. sermoga kisah nyata ini dapat menjadi pembelajaran yang sangat berarti untuk kita.. bahwasanya kita harus senantiasa bisa menjaga hati kita, dan jangan pernah kita jauh dari sang pencipta kita yaitu Allah SWT.



Posting Komentar